Baca Juga

Selasa, 08 September 2026

Tali Kasih Seusama Peduli Untuk M. Alif, Balita Korban Kecelakaan Saat Banjir Aceh

BY GentaraNews

 


Jakarta — Kepedulian terhadap sesama kembali diwujudkan oleh SEUSAMA PEDULI melalui penyerahan tali kasih kepada M. Alif, seorang anak berusia 2,5 tahun yang kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON), Jakarta. Senin (7/9/2026) 

Menurut Ketua Umum. Seusama Zulkifli Ibrahim, bantuan tersebut merupakan dana yang berhasil dihimpun melalui kegiatan Pengajian Seusama dan diserahkan kepada M. Alif melalui orang tuanya, Herizal.


"Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga selama mendampingi proses pengobatan sang buah hati," Jelas Zulkifli Ibrahim. 


M. Alif merupakan pasien yang mengalami luka berat di bagian kepala akibat kecelakaan saat musibah banjir yang melanda Aceh pada 2025. Saat bersama keluarganya berupaya menyelamatkan diri dari banjir, M. Alif tertarik oleh sebuah sepeda motor hingga mengalami luka parah di bagian kepala.


Dalam kejadian tersebut, dua kakaknya juga berada bersamanya. Salah seorang kakaknya bahkan sempat terjatuh ke dalam gorong-gorong, namun berhasil diselamatkan.

Setelah kejadian, M. Alif segera dibawa ke RS Cut Meutia Lhokseumawe untuk mendapatkan penanganan medis. Di rumah sakit tersebut, M. Alif menjalani beberapa kali operasi. Namun, kondisi kesehatannya kemudian terus menurun dan terjadi infeksi sehingga akhirnya dirujuk ke RS Zainal Abidin, Banda Aceh.

Setelah menjalani perawatan di RS Zainal Abidin, kondisi M. Alif belum menunjukkan perkembangan yang diharapkan. Keluarga kemudian berinisiatif mencari alternatif penanganan dengan membawa M. Alif ke Jakarta setelah memperoleh informasi mengenai fasilitas dan penanganan medis di RS PON.

Dengan bantuan pinjaman dana dari sejumlah keluarga, M. Alif akhirnya dibawa ke Jakarta dan menjalani observasi di RS PON. Pada hari kedua setelah dilakukan observasi, tim medis melakukan tindakan operasi.


Operasi tersebut menjadi operasi ke-9 yang dijalani M. Alif dalam rangkaian penanganan medis sejak di RS Cut Meutia, RS Zainal Abidin, hingga RS PON.



Seusama Peduli Terus Mendampingi M. Alif berasal dari keluarga kurang mampu yang sehari-hari menggantungkan kehidupan sebagai petani di Desa Trieng, Matang Kuli, Aceh. Kondisi tersebut membuat perjalanan pengobatan di Jakarta menjadi tantangan besar bagi keluarga.


"Seusama Peduli menyatakan akan terus mendampingi keluarga selama M. Alif menjalani perawatan di Jakarta. Selain penyerahan tali kasih, SEUSAMA PEDULI juga terus membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin ikut membantu melalui donasi," tambah Zulkifli Ibrahim.


Data pasien:

Nama: M. Alif

Usia: 2,5 tahun

Orang tua: Herizal

Asal: Desa Trieng, Matang Kuli, Aceh Utara

Perawatan: Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON), Jakarta

Bagi masyarakat yang ingin turut membantu:

Bank Syariah Indonesia (BSI)

No. Rekening: 765 7676 769

Atas Nama: SEUSAMA

Seusama Peduli mengajak masyarakat untuk bersama-sama memberikan dukungan bagi M. Alif dan keluarganya.

"Semoga setiap uluran tangan menjadi jalan kebaikan, meringankan beban keluarga, serta memberikan kekuatan dan semangat bagi M. Alif untuk menjalani proses pengobatan hingga memperoleh kesembuhan," pungkas Ketua Umum Seusama. (LEP)

Senin, 07 September 2026

Pasee Serantau Berselawat, Pererat Ukhuwah Masyarakat Aceh Utara di Jakarta

BY GentaraNews IN

 


Jakarta – Masyarakat Aceh memiliki tradisi yang kuat dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Perayaan Maulid tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Dalam tradisi masyarakat Aceh, perayaan Maulid dibagi ke dalam tiga fase waktu, yakni Meulod Awai (Maulid Awal) yang berlangsung pada bulan Rabiul Awal, Meulod Teungoh (Maulid Pertengahan) yang berlangsung pada bulan Rabiul Akhir atau buleuen adoe molod, serta Meulod Akhee (Maulid Akhir) yang berlangsung pada bulan Jumadil Awal atau buleuen molod seuneulheuh.

Peringatan Maulid juga diwarnai berbagai tradisi utama masyarakat Aceh. Di antaranya Khanduri (Kenduri), yakni memasak hidangan khas Aceh dalam jumlah besar, salah satunya Kuah Beulangong, gulai daging khas Aceh.

Selain itu, terdapat tradisi Meudikee, yaitu pembacaan zikir dan selawat serta syair-syair pujian kepada Rasulullah SAW dengan lantunan dan nada khas Aceh. Tradisi lainnya adalah santunan sosial, di mana hidangan kenduri dan jamuan diprioritaskan bagi anak yatim, fakir miskin serta para tamu yang hadir dari berbagai daerah.

Semangat tersebut turut diwujudkan masyarakat Pasee Serantau Aceh Utara (PSAU) melalui kegiatan “Pasee Saerantau Berselawat” dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Serba Guna ASABRI, Pondok Bambu, Jakarta Timur, Minggu (6/9/2026).

Ketua Panitia Maulid Pasee Serantau Aceh Utara (PSAU) Berselawat, Letda Inf Adri Idris, mengatakan kegiatan tahun ini mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW serta Mempererat Ukhuwah dan Silaturahmi Masyarakat Pasee Serantau.”

“Untuk kegiatan Maulid 1448 H ini dengan judul Pasee Saerantau Berselawat, tahun ini bertemakan ‘Meneladani Akhlak Rasulullah SAW serta mempererat ukhuwah dan silaturahmi masyarakat Pasee Serantau’. Kami menyiapkan 400 porsi makanan untuk tamu yang hadir,” ujar Adri Idris.

"Dalam kegiatan ini kami juga menyentuh anak yatim sebanyak 30 orang, yang orang tuanya berasal dari Aceh," pungkas Adri


Momentum Hari Jadi Aceh Utara

Ketua Umum PSAU, Khaidir Abdulrahman, S.IP., M.A.P., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga terselenggaranya acara ini,” kata Khaidir.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga memiliki makna khusus karena bertepatan dengan momentum peringatan hari lahir Kabupaten Aceh Utara yang merujuk pada sejarah Kerajaan Samudra Pasai.

“Hari ini bertepatan dengan peringatan lahirnya Kerajaan Samudra Pasai yang diperingati sebagai hari lahir Kabupaten Aceh Utara. Penetapan hari jadi ini merujuk pada Qanun Kabupaten Aceh Utara Nomor 10 Tahun 2017 yang menetapkan tanggal 7 September 1226 Masehi,” jelasnya.

Khaidir juga menegaskan bahwa PSAU akan terus menjaga komitmennya dalam menjalankan kegiatan sosial bagi masyarakat Aceh, khususnya masyarakat Aceh Utara yang berada di perantauan.

“Untuk kegiatan sosial orang sakit, orang meninggal yang jenazahnya ingin dibawa pulang ke kampung tetap kita laksanakan dan tetap bekerja sama dengan PAS,” tegas Khaidir Abdulrahman.


Rasulullah sebagai Teladan

Tokoh masyarakat Aceh, Dr. Ir. H. Tarmizi A. Karim, M.Sc, yang turut hadir dan memberikan sambutan, mengingatkan pentingnya menempatkan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan.

“Rasulullah hanya menjadi panutan kepada orang-orang yang mencintainya,” ujarnya.


Sementara itu, dalam tausiah, Ustadz Tgk. H. Abdul Razaq Ridwan mengajak jamaah untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan menjadikan akhlak beliau sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

“Allah akan mengangkat derajat manusia yang mengangkat derajat Rasulullah SAW, demikian juga Allah akan menghinakan derajat manusia yang menghinakan derajat Rasulullah SAW,” tutur Abdul Razaq dalam tausiyahnya.

Peringatan Pasee Saerantau Berselawat tersebut menjadi momentum bagi masyarakat Aceh Utara di Jakarta untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mempererat persaudaraan masyarakat Pasee Serantau.

Kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa tradisi Maulid masyarakat Aceh tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, menjaga tradisi dan budaya Aceh serta menghadirkan kepedulian sosial bagi sesama. (LEP)

Kamis, 03 September 2026

KESBANGPOL DKI JAKARTA PERKUAT PERAN ORMAS DALAM PEMBANGUNAN DAN MENJAGA KERUKUNAN

BY GentaraNews



JAKARTA – Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta melaksanakan kegiatan Pemberdayaan dan Peningkatan Peran Organisasi Kemasyarakatan dalam Pembangunan Tahun 2026, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan yang digelar di Hotel Maia, Jalan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta, tersebut diikuti 100 peserta yang merupakan perwakilan dari 20 organisasi kemasyarakatan (ormas) se-DKI Jakarta. 

Berbagai organisasi kemasyarakatan dari latar belakang yang beragam turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, di antaranya Laskar Garuda Bersatu (LADATU), Lembaga Seni Budaya Gayo Aceh (Lesbuga), Pemuda Melayu Nusantara, Himpunan Difabel Muhammadiyah (HIDIMU) DKI Jakarta, Nusa Utara Bersatu, Orang Indonesia (OI), Paguyuban Masyarakat Anti Korupsi (PMAKI), Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Pelajar Islam Indonesia (PII), Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN), Generasi Pemuda Kreatif (GEPRAK), Ikatan Donor Darah Sukarela (IDDS), Dewan Harian Daerah (DHD) 45, Relawan Perempuan dan Anak (RPA), Baja Beranyam atau Bumi Anak Betawi Bersih, Aman dan Nyaman, Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Perjuangan (APKLI Perjuangan), DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia DKI Jakarta, Srikandi Demi Anak Generasi, serta Pemuda Batak Bersatu.

Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat tata kelola organisasi, memperluas jejaring, sekaligus mempererat kerja sama antara organisasi kemasyarakatan dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat di Jakarta. 


Acara dibuka oleh Kepala Badan Kesbangpol DKI Jakarta Abdul Khalit, S.IP., M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguatan sinergi antara ormas dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan serta menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat.



Perwakilan Lembaga Seni Budaya Gayo Aceh (Lesbuga) dipimpin oleh Le Putra, juga turut mendampingi  Khairuni, Sudirman, Asnaini Mustafa, dan Harma Gayo.

Le Putra menilai kegiatan yang diselenggarakan Kesbangpol DKI Jakarta tersebut memberikan manfaat penting bagi organisasi kemasyarakatan. 

“Kami dari Lesbuga sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut dan menilai materi yang disampaikan memberikan masukan penting bagi organisasi,” jelas Le Putra. 

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi pengurus ormas untuk memperdalam pemahaman mengenai tata kelola organisasi sekaligus memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah. 

“Ini menjadi kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai tata kelola organisasi sekaligus memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah,” tambahnya. 


Dalam materinya, Wahyu Chandra Kesuma Purwonegoro, M.Hum., yang kini menjabat sebagai Direktur Organisasi Kemasyarakatan pada Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri, memaparkan perkembangan organisasi kemasyarakatan di Indonesia.

Menurut Wahyu, hingga 1 September 2026, jumlah organisasi kemasyarakatan di Indonesia tercatat mencapai 632.721 organisasi. Sebagian besar organisasi tersebut berbadan hukum di bawah Kementerian Hukum. Selain itu, terdapat organisasi yang memiliki legalitas berupa Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari Kementerian Dalam Negeri serta sejumlah organisasi kemasyarakatan asing. 

“Terdapat dua jalur legalitas organisasi kemasyarakatan, yakni melalui badan hukum yang diterbitkan Kementerian Hukum dan SKT yang berada dalam kewenangan Kementerian Dalam Negeri. Dalam pelaksanaannya, Kesbangpol di tingkat pemerintah daerah memiliki peran penting dengan berpegang pada prinsip kecermatan dan kehati-hatian,” ujar Wahyu. 

Ia menjelaskan, prinsip kecermatan dan kehati-hatian juga menjadi dasar dalam proses penerbitan SKT. Sejumlah aspek yang perlu diperhatikan antara lain kepastian nama dan alamat organisasi, kejelasan kepengurusan, program dan tujuan yang terukur, manfaat bagi pemerintah dan masyarakat, hingga penelusuran latar belakang pendiri serta potensi afiliasi organisasi. 

Materi berikutnya disampaikan Dewan Adat DKI Jakarta Mohammad Ihsan, S.H., M.H., yang membahas posisi organisasi kemasyarakatan di tengah keberagaman masyarakat Jakarta.

Menurut Ihsan, Jakarta bukan hanya menjadi pusat kegiatan ekonomi dan pemerintahan, tetapi juga merupakan ruang perjumpaan berbagai kelompok masyarakat dengan latar belakang sosial, budaya, dan agama yang beragam. 

Dalam kondisi tersebut, organisasi kemasyarakatan memiliki posisi penting sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah sekaligus menjadi kekuatan sosial yang ikut menjaga persatuan. 

Dengan landasan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan dan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 258 Tahun 2016, ormas diposisikan sebagai mitra pemerintah dalam menjaga nilai-nilai Pancasila, memelihara stabilitas daerah, serta menyalurkan aspirasi masyarakat. 

Ihsan menyebut lebih dari 2.500 organisasi kemasyarakatan tercatat di DKI Jakarta. Sebagian di antaranya memiliki jaringan hingga tingkat RT dan RW sehingga menjadi kekuatan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan pencegahan konflik dan pemeliharaan kerukunan antarumat beragama. Ormas juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, penanganan kebencanaan, pelestarian budaya, penguatan solidaritas warga, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui UMKM berbasis komunitas. 

“Jakarta yang plural ini membutuhkan ormas yang tidak hanya bergerak di bidang seni dan budaya, tetapi juga menjadi fasilitator dialog, penjaga toleransi, dan penggerak solidaritas sosial,” demikian salah satu penekanan dalam materi 

Keikutsertaan berbagai organisasi kemasyarakatan dalam kegiatan Kesbangpol DKI Jakarta memperlihatkan beragamnya kekuatan masyarakat sipil yang hidup dan berkembang di Jakarta.

Kegiatan Pemberdayaan dan Peningkatan Peran Organisasi Kemasyarakatan dalam Pembangunan menjadi ruang silaturahmi juga untuk memperluas jejaring, membenahi tata kelola organisasi, serta membangun kerja sama dengan pemerintah daerah dan organisasi lainnya. 

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui berbagai program yang konkret dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat persatuan, toleransi, dan solidaritas sosial di tengah keberagaman Jakarta.(LEP)






Sabtu, 29 Agustus 2026

BNN Kabupaten Gianyar Peringatan Hari Pramuka ke-65 melalui Pameran UMKM, Expo dan Panggung Kreatif

BY GentaraNews



Gianyar, 29 Juli 2026 — Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gianyar turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan Pameran UMKM, Expo dan Panggung Kreatif dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 yang berlangsung di Alun-Alun Gianyar. Kegiatan tersebut digelar selama empat hari dan diikuti oleh berbagai instansi, organisasi, serta pelaku UMKM.


Dalam kegiatan tersebut, BNN Kabupaten Gianyar menghadirkan stan Saka Bersinar BNNK Gianyar sebagai sarana edukasi dan informasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda dan anggota Gerakan Pramuka, mengenai bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.


Salah satu kegiatan yang menjadi highlight dalam rangkaian acara adalah tes urine bagi anggota Pramuka. Sebanyak 50 orang adik-adik anggota Pramuka mengikuti pemeriksaan tes urine sebagai bagian dari upaya deteksi dini serta penguatan komitmen generasi muda untuk hidup sehat tanpa narkoba. Dari hasil pemeriksaan, seluruh peserta dinyatakan negatif narkotika.


Kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara BNN dan Gerakan Pramuka dalam mewujudkan generasi muda yang sehat, produktif, dan memiliki ketahanan diri terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika.

Selain kegiatan di Alun-Alun Gianyar, rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 juga diisi dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BNN Provinsi Bali dengan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Bali. Penandatanganan tersebut dilaksanakan di Balai Budaya Gianyar, Rabu (29/7/2026).

Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol. Dr. Putu Putera Sadana, S.I.K., M.Hum., M.M. bersama Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Bali Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si. (Cok Ace).


Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara BNN Provinsi Bali dan Kwarda Gerakan Pramuka Bali dalam pelaksanaan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), khususnya melalui peran aktif generasi muda.


Melalui keikutsertaan dalam Pameran UMKM, Expo dan Panggung Kreatif serta rangkaian kegiatan Pramuka tersebut, BNN Kabupaten Gianyar terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan dan kepemudaan yang bersih dari narkoba. Semangat Pramuka diharapkan dapat menjadi kekuatan dalam membangun generasi muda yang berkarakter, tangguh, dan berkomitmen untuk mengatakan “Tidak pada Narkoba.” (LEP)






Kamis, 20 Agustus 2026

LESBUGA Berikan Dukungan Penuh Kepada Saiful Bahri Sulaiman Menuju Kursi Ketua Umum PP Taman Iskandar Muda

BY GentaraNews IN ,



JAKARTA — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Besar Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda tahun 2026, Lembaga Seni Budaya Gayo Aceh (LESBUGA) secara resmi menyatakan dukungan penuh kepada Saiful Bahri Sulaiman sebagai calon Ketua Umum PP Taman Iskandar Muda periode 2026–2031.

Pernyataan dukungan ini disampaikan oleh Pembina LESBUGA, Alwien Desry, SH, MH, dalam keterangan tertulis yang diterbitkan pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Dukungan ini diberikan berdasarkan penilaian mendalam terhadap rekam jejak dan kualitas kepemimpinan yang dimiliki Saiful Bahri Sulaiman, yang mencakup tiga aspek utama:

- Komitmen yang Kuat

Beliau dinilai memiliki kesetiaan dan keteguhan hati yang tinggi terhadap nilai-nilai perjuangan, tujuan, serta semangat persaudaraan yang menjadi jiwa dan fondasi berdirinya PP Taman Iskandar Muda.

- Pengalaman Organisasi yang Terbukti

Saiful Bahri Sulaiman telah dua kali dipercaya menjabat sebagai Ketua Cabang Taman Iskandar Muda wilayah Pasar Minggu. Pengalaman ini dibarengi dengan wawasan luas serta kepedulian nyata dalam membina dan mengarahkan generasi muda Aceh agar tetap berakar pada budaya dan jati diri bangsa.

- Integritas dan Kepemimpinan yang Bermutu

Sosoknya dianggap mampu membawa PP TIM menjadi organisasi yang semakin maju, kokoh, bersatu, dan senantiasa hadir memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat Aceh di perantauan maupun di tanah kelahiran.

"Kami percaya, di bawah kepemimpinan beliau, PP Taman Iskandar Muda akan semakin aktif memperjuangkan kepentingan masyarakat Aceh, terus melestarikan kekayaan budaya daerah, serta mampu mencetak kader-kader bangsa yang berkarakter kuat, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi sesama," ujar Alwien Desry.

Lebih lanjut, Alwien menegaskan keyakinan lembaganya terhadap sosok yang diusung, "Kami yakin Bapak Saiful Bahri Sulaiman adalah sosok yang tepat untuk memimpin PP TIM ke depan. Semoga Mubes berjalan lancar, amanah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, dan menghasilkan pemimpin terbaik untuk seluruh masyarakat Aceh." Ujar Alwien 

"Semoga PP Tim dapat bekerjasama dengan Lesbuga dalam mengembangkan, melestarikan dan memasyaraktkan seni budaya Gayo Aceh seluruhnya  dan juga dengan orrganisasi lokal lainnya yang berada dibawah naungan Taman Iskandar Muda," harap Alwien (LEP)


Penulis : Alwien Desry, SH, MH

Pembina Lembaga Seni Budaya Gayo Aceh (LESBUGA)

Tutorial BloggingTutorial BloggingBlogger Tricks

Baca Juga