Baca Juga

Kamis, 03 September 2026

KESBANGPOL DKI JAKARTA PERKUAT PERAN ORMAS DALAM PEMBANGUNAN DAN MENJAGA KERUKUNAN

BY GentaraNews



JAKARTA – Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta melaksanakan kegiatan Pemberdayaan dan Peningkatan Peran Organisasi Kemasyarakatan dalam Pembangunan Tahun 2026, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan yang digelar di Hotel Maia, Jalan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta, tersebut diikuti 100 peserta yang merupakan perwakilan dari 20 organisasi kemasyarakatan (ormas) se-DKI Jakarta. 

Berbagai organisasi kemasyarakatan dari latar belakang yang beragam turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, di antaranya Laskar Garuda Bersatu (LADATU), Lembaga Seni Budaya Gayo Aceh (Lesbuga), Pemuda Melayu Nusantara, Himpunan Difabel Muhammadiyah (HIDIMU) DKI Jakarta, Nusa Utara Bersatu, Orang Indonesia (OI), Paguyuban Masyarakat Anti Korupsi (PMAKI), Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Pelajar Islam Indonesia (PII), Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN), Generasi Pemuda Kreatif (GEPRAK), Ikatan Donor Darah Sukarela (IDDS), Dewan Harian Daerah (DHD) 45, Relawan Perempuan dan Anak (RPA), Baja Beranyam atau Bumi Anak Betawi Bersih, Aman dan Nyaman, Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Perjuangan (APKLI Perjuangan), DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia DKI Jakarta, Srikandi Demi Anak Generasi, serta Pemuda Batak Bersatu.

Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat tata kelola organisasi, memperluas jejaring, sekaligus mempererat kerja sama antara organisasi kemasyarakatan dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat di Jakarta. 

Acara dibuka oleh Kepala Badan Kesbangpol DKI Jakarta Abdul Khalit, S.IP., M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguatan sinergi antara ormas dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan serta menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat.

Perwakilan Lembaga Seni Budaya Gayo Aceh (Lesbuga) dipimpin oleh Le Putra, juga turut mendampingi  Khairuni, Sudirman, Asnaini Mustafa, dan Harma Gayo.

Le Putra menilai kegiatan yang diselenggarakan Kesbangpol DKI Jakarta tersebut memberikan manfaat penting bagi organisasi kemasyarakatan. 

“Kami dari Lesbuga sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut dan menilai materi yang disampaikan memberikan masukan penting bagi organisasi,” jelas Le Putra. 

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi pengurus ormas untuk memperdalam pemahaman mengenai tata kelola organisasi sekaligus memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah. 

“Ini menjadi kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai tata kelola organisasi sekaligus memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah,” tambahnya. 

Dalam materinya, Wahyu Chandra Kesuma Purwo Negoro, M.Hum., yang kini menjabat sebagai Direktur Organisasi Kemasyarakatan pada Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri, memaparkan perkembangan organisasi kemasyarakatan di Indonesia.

Menurut Wahyu, hingga 1 September 2026, jumlah organisasi kemasyarakatan di Indonesia tercatat mencapai 632.721 organisasi. Sebagian besar organisasi tersebut berbadan hukum di bawah Kementerian Hukum. Selain itu, terdapat organisasi yang memiliki legalitas berupa Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari Kementerian Dalam Negeri serta sejumlah organisasi kemasyarakatan asing. 

“Terdapat dua jalur legalitas organisasi kemasyarakatan, yakni melalui badan hukum yang diterbitkan Kementerian Hukum dan SKT yang berada dalam kewenangan Kementerian Dalam Negeri. Dalam pelaksanaannya, Kesbangpol di tingkat pemerintah daerah memiliki peran penting dengan berpegang pada prinsip kecermatan dan kehati-hatian,” ujar Wahyu. 

Ia menjelaskan, prinsip kecermatan dan kehati-hatian juga menjadi dasar dalam proses penerbitan SKT. Sejumlah aspek yang perlu diperhatikan antara lain kepastian nama dan alamat organisasi, kejelasan kepengurusan, program dan tujuan yang terukur, manfaat bagi pemerintah dan masyarakat, hingga penelusuran latar belakang pendiri serta potensi afiliasi organisasi. 

Materi berikutnya disampaikan Dewan Adat DKI Jakarta Mohammad Ihsan, S.H., M.H., yang membahas posisi organisasi kemasyarakatan di tengah keberagaman masyarakat Jakarta.

Menurut Ihsan, Jakarta bukan hanya menjadi pusat kegiatan ekonomi dan pemerintahan, tetapi juga merupakan ruang perjumpaan berbagai kelompok masyarakat dengan latar belakang sosial, budaya, dan agama yang beragam. 

Dalam kondisi tersebut, organisasi kemasyarakatan memiliki posisi penting sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah sekaligus menjadi kekuatan sosial yang ikut menjaga persatuan. 

Dengan landasan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan dan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 258 Tahun 2016, ormas diposisikan sebagai mitra pemerintah dalam menjaga nilai-nilai Pancasila, memelihara stabilitas daerah, serta menyalurkan aspirasi masyarakat. 

Ihsan menyebut lebih dari 2.500 organisasi kemasyarakatan tercatat di DKI Jakarta. Sebagian di antaranya memiliki jaringan hingga tingkat RT dan RW sehingga menjadi kekuatan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan pencegahan konflik dan pemeliharaan kerukunan antarumat beragama. Ormas juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, penanganan kebencanaan, pelestarian budaya, penguatan solidaritas warga, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui UMKM berbasis komunitas. 

“Jakarta yang plural ini membutuhkan ormas yang tidak hanya bergerak di bidang seni dan budaya, tetapi juga menjadi fasilitator dialog, penjaga toleransi, dan penggerak solidaritas sosial,” demikian salah satu penekanan dalam materi 

Keikutsertaan berbagai organisasi kemasyarakatan dalam kegiatan Kesbangpol DKI Jakarta memperlihatkan beragamnya kekuatan masyarakat sipil yang hidup dan berkembang di Jakarta.

Kegiatan Pemberdayaan dan Peningkatan Peran Organisasi Kemasyarakatan dalam Pembangunan menjadi ruang silaturahmi juga untuk memperluas jejaring, membenahi tata kelola organisasi, serta membangun kerja sama dengan pemerintah daerah dan organisasi lainnya. 

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui berbagai program yang konkret dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat persatuan, toleransi, dan solidaritas sosial di tengah keberagaman Jakarta.(LEP)



Sabtu, 29 Agustus 2026

BNN Kabupaten Gianyar Peringatan Hari Pramuka ke-65 melalui Pameran UMKM, Expo dan Panggung Kreatif

BY GentaraNews



Gianyar, 29 Juli 2026 — Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gianyar turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan Pameran UMKM, Expo dan Panggung Kreatif dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 yang berlangsung di Alun-Alun Gianyar. Kegiatan tersebut digelar selama empat hari dan diikuti oleh berbagai instansi, organisasi, serta pelaku UMKM.


Dalam kegiatan tersebut, BNN Kabupaten Gianyar menghadirkan stan Saka Bersinar BNNK Gianyar sebagai sarana edukasi dan informasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda dan anggota Gerakan Pramuka, mengenai bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.


Salah satu kegiatan yang menjadi highlight dalam rangkaian acara adalah tes urine bagi anggota Pramuka. Sebanyak 50 orang adik-adik anggota Pramuka mengikuti pemeriksaan tes urine sebagai bagian dari upaya deteksi dini serta penguatan komitmen generasi muda untuk hidup sehat tanpa narkoba. Dari hasil pemeriksaan, seluruh peserta dinyatakan negatif narkotika.


Kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara BNN dan Gerakan Pramuka dalam mewujudkan generasi muda yang sehat, produktif, dan memiliki ketahanan diri terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika.

Selain kegiatan di Alun-Alun Gianyar, rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 juga diisi dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BNN Provinsi Bali dengan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Bali. Penandatanganan tersebut dilaksanakan di Balai Budaya Gianyar, Rabu (29/7/2026).

Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol. Dr. Putu Putera Sadana, S.I.K., M.Hum., M.M. bersama Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Bali Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si. (Cok Ace).


Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara BNN Provinsi Bali dan Kwarda Gerakan Pramuka Bali dalam pelaksanaan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), khususnya melalui peran aktif generasi muda.


Melalui keikutsertaan dalam Pameran UMKM, Expo dan Panggung Kreatif serta rangkaian kegiatan Pramuka tersebut, BNN Kabupaten Gianyar terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan dan kepemudaan yang bersih dari narkoba. Semangat Pramuka diharapkan dapat menjadi kekuatan dalam membangun generasi muda yang berkarakter, tangguh, dan berkomitmen untuk mengatakan “Tidak pada Narkoba.” (LEP)






Kamis, 20 Agustus 2026

LESBUGA Berikan Dukungan Penuh Kepada Saiful Bahri Sulaiman Menuju Kursi Ketua Umum PP Taman Iskandar Muda

BY GentaraNews IN ,



JAKARTA — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Besar Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda tahun 2026, Lembaga Seni Budaya Gayo Aceh (LESBUGA) secara resmi menyatakan dukungan penuh kepada Saiful Bahri Sulaiman sebagai calon Ketua Umum PP Taman Iskandar Muda periode 2026–2031.

Pernyataan dukungan ini disampaikan oleh Pembina LESBUGA, Alwien Desry, SH, MH, dalam keterangan tertulis yang diterbitkan pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Dukungan ini diberikan berdasarkan penilaian mendalam terhadap rekam jejak dan kualitas kepemimpinan yang dimiliki Saiful Bahri Sulaiman, yang mencakup tiga aspek utama:

- Komitmen yang Kuat

Beliau dinilai memiliki kesetiaan dan keteguhan hati yang tinggi terhadap nilai-nilai perjuangan, tujuan, serta semangat persaudaraan yang menjadi jiwa dan fondasi berdirinya PP Taman Iskandar Muda.

- Pengalaman Organisasi yang Terbukti

Saiful Bahri Sulaiman telah dua kali dipercaya menjabat sebagai Ketua Cabang Taman Iskandar Muda wilayah Pasar Minggu. Pengalaman ini dibarengi dengan wawasan luas serta kepedulian nyata dalam membina dan mengarahkan generasi muda Aceh agar tetap berakar pada budaya dan jati diri bangsa.

- Integritas dan Kepemimpinan yang Bermutu

Sosoknya dianggap mampu membawa PP TIM menjadi organisasi yang semakin maju, kokoh, bersatu, dan senantiasa hadir memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat Aceh di perantauan maupun di tanah kelahiran.

"Kami percaya, di bawah kepemimpinan beliau, PP Taman Iskandar Muda akan semakin aktif memperjuangkan kepentingan masyarakat Aceh, terus melestarikan kekayaan budaya daerah, serta mampu mencetak kader-kader bangsa yang berkarakter kuat, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi sesama," ujar Alwien Desry.

Lebih lanjut, Alwien menegaskan keyakinan lembaganya terhadap sosok yang diusung, "Kami yakin Bapak Saiful Bahri Sulaiman adalah sosok yang tepat untuk memimpin PP TIM ke depan. Semoga Mubes berjalan lancar, amanah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, dan menghasilkan pemimpin terbaik untuk seluruh masyarakat Aceh." Ujar Alwien 

"Semoga PP Tim dapat bekerjasama dengan Lesbuga dalam mengembangkan, melestarikan dan memasyaraktkan seni budaya Gayo Aceh seluruhnya  dan juga dengan orrganisasi lokal lainnya yang berada dibawah naungan Taman Iskandar Muda," harap Alwien (LEP)


Penulis : Alwien Desry, SH, MH

Pembina Lembaga Seni Budaya Gayo Aceh (LESBUGA)

Kembalikan Organisasi pada Khittah Kelahiran 1950 yang Penuh Kekeluargaan

BY GentaraNews



JAKARTA – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) XXI Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda yang akan digelar pada Sabtu, 22 Agustus 2026, Ketua Dewan Penasehat PP TIM, Dr. Ir. Surya Darma, MBA. menyampaikan pernyataan menyejukkan yang mengajak seluruh komponen organisasi kembali ke niat dan dasar pendirian organisasi yang telah berusia 76 tahun. Berikut pernyataan lengkapnya:

 

1. Menjaga Suci Khittah 1950

 

"Taman Iskandar Muda didirikan pada 24 Agustus 1950 oleh para tokoh sepuh kita—seperti Almarhum Tjek Mat Rahmany, Ismail Hasan Metareum, Hadi Thayeb, dan para senior lainnya—dengan niat yang sangat mulia. Di usia ke-76 tahun ini, TIM telah tumbuh menjadi organisasi kedaerahan tertua di Indonesia yang tetap aktif, eksis, dan menjadi panutan.

Menjelang Mubes XXI pada 22 Agustus 2026, mari kita kembalikan TIM pada khittah kelahirannya: wadah yang guyub, penuh kekeluargaan, dan berlandaskan silaturrahmi yang kokoh."

 

2. Mengurus Masyarakat Sebagai Ladang Ibadah

"Mengabdi dan mengurus masyarakat perantauan Aceh adalah bentuk ibadah yang suci. Tugas ini harus kita jalankan dengan cara-cara yang halal, ikhlas, dan bermartabat, jauh dari semangat kompetisi yang menghalalkan segala cara.

Prosedur dan dinamika Mubes hendaknya kita jalani dengan hati yang tenang dan niat yang bersih demi kemaslahatan bersama."

 

3. Kepemimpinan yang Bermartabat dan Beradab

"Melalui Mubes XXI ini, kita berharap TIM melahirkan kepemimpinan yang beradab dan menjadi pengayom sejati. Pemimpin yang mampu menjadi pelindung bagi yang lemah, menaruh hormat dan tazim kepada yang lebih tua, menjadi kawan sepadan bagi yang setara, serta menjadi penunjuk jalan yang bijak bagi generasi muda.

TIM harus terus menjadi referensi ideal pengelolaan organisasi perantauan di Indonesia."


4. Merawat Warisan, Menginspirasi Masa Depan

"Dari Jakarta hingga ke seluruh pelosok Nusantara, TIM telah menjadi rumah besar warga perantau Aceh. Mari kita jaga warisan luhur para pendiri ini agar tetap menjadi sumber inspirasi bagi masa depan.

Selamat bermusyawarah dalam Mubes XXI Taman Iskandar Muda. Semoga Allah SWT memberkahi setiap langkah dan niat baik kita untuk kebaikan organisasi dan seluruh masyarakat Aceh." (LEP)

 

 Penulis: Dr. Ir. Surya Darma, MBA.

 

Rabu, 19 Agustus 2026

Saiful Bahri Siap Maju diajang Mubes PP Taman Iskandar Muda

BY GentaraNews IN


JAKARTA – Musyawarah Besar (Mubes) Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda yang dijadwalkan digelar pada Sabtu, 22 Agustus 2026 di Aula Masjid DPR RI, Jakarta, kini menjadi sorotan luas masyarakat Aceh di kawasan Jabodetabek. Kamis (20/8/26)

Atas dorongan sebagian besar Organisasi Lokal, Organisasi Sektoral dan cabang Taman Iskandar Muda meminta kesediaan Ir. H. Saiful Bahri Sulaiman maju sebagian bakal calon Ketua umum Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda Periode 2026-2030. 

Agenda pemilihan Ketua Umum Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda ini semakin hangat dengan munculnya nama Ir. H. Saiful Bahri Sulaiman yang secara resmi menyatakan kesiapan maju sebagai bakal calon Ketua Umum, berhadapan dengan petahana yang juga mencalonkan diri kembali, Ir. H. Muslim Armas. Usung Visi Persatuan, Keterbukaan, dan Pelayanan Sosial.

Melalui pernyataan resmi yang disampaikan kepada redaksi pada 19 Agustus 2026 ini, Saiful Bahri menyampaikan komitmennya untuk membawa organisasi semakin dekat dengan seluruh anggota dan masyarakat luas. “Taman Iskandar Muda adalah rumah bersama kita semua. Rumah yang kokoh dibangun di atas persaudaraan, kepercayaan, dan kepedulian,” ujarnya. 

Saiful Bahri saat ini menjabat sebagai Ketua Taman Iskandar Muda Pasar Minggu periode yang kedua dimana sebelumnya pernah duduk sebagai Sekretaris. Pengalaman lainnya pernah menjabat  sebagai Ketua Harian Bamus Pijay. Rekam jejak lainnya ikut membidani berdirinya  Paguyuban Keluarga Ureung Pidie (KUPI) kemudian menjabat Sekjen KUPI Pertama. 

Saat ini Saiful juga aktif dalam wadah  Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) dibawah Kesbangpol Kota Jakarta Selatan. 

Saiful Bahri memaparkan empat pilar utama visi dan misi yang akan dijalankan apabila dipercaya memegang amanah kepemimpinan: 

- Mempererat Kekeluargaan

Membangun komunikasi yang aktif, rutin, dan harmonis antar anggota, menghapus sekat-sekat perbedaan, serta memperkuat ikatan persaudaraan layaknya satu keluarga besar.

- Meningkatkan Kegiatan Sosial

Mengagendakan program bakti sosial dan kegiatan kemasyarakatan secara terencana dan berkelanjutan, agar keberadaan organisasi benar-benar terasa manfaatnya bagi yang membutuhkan.

- Pengelolaan yang Transparan dan Akuntabel

Menjalankan seluruh roda organisasi dengan prinsip keterbukaan, kebersamaan, dan gotong royong. Setiap pengelolaan keuangan maupun keputusan organisasi akan dapat diketahui dan dipertanggungjawabkan secara jelas kepada seluruh anggota.

- Menjadi Wadah Aspirasi Seluruh Anggota

Membuka ruang seluas-luasnya bagi setiap anggota untuk menyampaikan gagasan, masukan, maupun harapan. Setiap suara akan didengar dan diupayakan perwujudannya demi kemajuan bersama. 

“Taman Iskandar Muda, bukan milik pengurus saja, melainkan milik kita semua. Saya berharap Mubes nanti berjalan dengan tertib, damai, dan penuh semangat", pungkas Saiful (LEP) 

Tutorial BloggingTutorial BloggingBlogger Tricks

Baca Juga